
Sahabat,
Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.
Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.
Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.
Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.
Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.
Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.
Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.
Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.
Sekarang, mari kita renungkan sejenak...
1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
tempat lain adalah lebih baik, maka
sampai kapan kita akan mulai berjuang?
2. Jika kita selalu saja menunggu
datangnya kesempatan emas di tempat
lain, berapa banyak waktu yang
terbuang, hanya sekadar untuk
menunggunya?
3. Jika kita selalu saja menunda apapun
yang bisa kita lakukan di tempat kita
berada sekarang, maka berapa banyak
kesempatan yang terbuang percuma?
Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!
Karenanya, jika saja kita mau berpikir
untuk membuat segala sesuatunya menjadi
Sahabatku...
Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja... asal,
Sabtu, 19 Desember 2009
Di Mana Tempat Terbaik Kita?
Advice from Warren Buffet, Orang Terkaya di Dunia
- Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]
- Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]
- Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [ Don’t buy more than what you “really need” and encourage your children to do and think the same ]
- Jadilah apa adanya. [ You are what you are ]
- Berhematlah [ Always think how you can accomplish things economically ]
- Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]
- Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [ Set goals and make sure people focus on them ]
- Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [ Don’t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]
Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:
- Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat : Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
- Hiduplah secara sederhana.
- Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
- Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.
- Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan; gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
- Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.
- Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.
Let Us Choose the Way to Live !!!Let Us Choose the Way to Live !!!
Sumber : LessonFromBuffett
4 Steps to Handle a Problem
Four Steps to handle a problem : Advocacy for Overcoming Difficulties 1. FACE IT: - Hadapi, jangan melarikan diri 2. ACCEPT IT: - Menerimanya 3. DEAL WITH IT: - Selesaikan sebaik-baiknya 4. LET IT GO: - Biarkan saja Cheers.. Sumber : Chan Master Sheng Yen
Belajar 4 respon dalam menghadapi masalah :
sebuah paradigma dalam mengatasi kesulitan-kesulitan hidup
To look difficulties in the face instead of deceiving oneself by burying one’s head in the sand
Amati dan lihat secara tegas kesulitan-kesulitan itu daripada mencoba melarikan diri.
To accept the fact of difficulties instead of blaming fate or other people
Lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kambing hitam.
To handle things with wisdom, and treat people with kindness and compassion
Atasi dengan kebijaksanaan dan perlakukan orang-orang dengan cinta kasih.
As long as one has done one’s best, it is not necessary to worry about gain or loss, success or failure
Sepanjang kita telah melakukan apa yang bisa kita lakukan, maka tidak perlu dikhawatirkan hasil akhirnya.

