"You can not chance the wind direction, but you can only chance your wings direction." I LOVE LIVING LIVE --> I AM HAPPY \(^.^)/
RSS

Rabu, 06 Januari 2010

MEMASAK KEMARAHAN


Terima kasih pada sinar kesadaran yang menerangi; Setelah berlatih pengamatan yang cermat beberapa saat, kita akan mulai melihat sebab-sebab utama dari suatu kemarahan. Kesadaran dengan perhatian benar akan membantu kita melihat secara mendalam pada segala sesuatu dalam rangka melihat sifat alamiah mereka. Jika kita mengamati kemarahan kita, kita bisa melihat akarnya, seperti salah pengertian, kejanggalan, ketidak-adilan, kebencian atau keadaan. Akar-akar ini bisa berada di dalam diri kita sendiri dan pada orang yang memainkan peran utama dalam menimbulkan kemarahan kita. Kita mengamati dengan cermat agar bisa melihat dan memahami. Melihat dan memahami merupakan unsur pembebasan yang menimbulkan cinta kasih dan kasih sayang. Metode pengamatan secara cermat agar bisa melihat dan memahami akar-akar kemarahan merupakan metode yang memiliki kemanjuran yang abadi.

Seumpama dengan kentang, kita tidak bisa memakan kentang mentah, tetapi kita jangan membuangnya hanya karena mereka masih mentah. Kita tahu kita bisa memasaknya. Jadi kita masukkan mereka ke dalam sepanci air, menutupnya dan meletakkan panci di atas api. Api adalah perhatian dengan kesadaran, praktik dari bernapas secara sadar dan memusatkannya pada kemarahan kita. Tutup melambangkan konsentrasi kita, karena ia mencegah panas keluar dari panci. Ketika berlatih menarik dan mengeluarkan napas, mengamati kemarahan kita, kita memerlukan konsentrasi agar latihan kita menjadi kuat. Oleh karena itu, kita menolak semua gangguan, dan memusatkan perhatian pada persoalan. Jika kita pergi ke alam, di antara pepohonan dan bunga-bungaan, praktik itu menjadi lebih mudah.

Segera setelah kita meletakkan panci di atas api, terjadi perubahan. Airnya mulai panas. Sepuluh menit kemudian, ia mendidih, tetapi kita harus membiarkan api beberapa lama lagi

untuk memasak kentang kita. Begitu kita berlatih menyadari napas kita dan kemarahan kita, perubahan sudah terjadi. Setelah setengah jam, kita angkat tutupnya dan mencium sesuatu yang lain. Kita tahu sekarang kita bisa memakan kentang kita. Kemarahan sudah diubah menjadi tenaga yang lain yaitu pengertian dan kasih sayang sebagai makanan jiwa kita.

Selamat menikmati sehat rohani. (^.^)